saat sebagian dari isi bumi sedang berada dalam mimpi
saat sebagian dari isi bumi sedang terlarut dalam dekapan hangat
saat ini pula aku terbangun entah mengapa
yang ada dalam benak dan pikiranku hanya namamu
entah kusadari atau tidak kehadiranmu di sekitarku sangat berarti
aku tak dapat memungkiri kau nyata dalam hatiku tapi
kau hanya lah seonggok ilusi yang berlalu begitu cepat
kau tak pernah tahu
dalam diam aku masih memperhatikanmu
dalam kebencianku aku masih terus membelamu
dalam hening aku masih saja terus memikirkanmu
dan dalam doaku aku masih terselip namamu
aku tak butuh pengakuan atau rasa bencimu yang tak suka dengan caraku memperhatikanmu
tapi cukup kamu pahami keberadaanku itu sudah lebih dari cukup
dalam setiap pertemuan kita terbersit sebuah kelegaan dalam diriku
kau baik baik saja
itu saja sudah cukup untuk mengetahui keadaanmu
tanpa aku harus bertanya pada orang di sekitarmu
mungkin pertemuan kita tidak akan lama lagi
aku tahu kau sangat ingin mengejar cita-citamu
mungkin dua bulan lagi kau sudah tak ada dalam jarak pandangku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar