ketika hujan terus turun dari atap langit
ketika senja tertutup oleh kabut awan
sebuah kisah nan sendu terukir
belum lama bersua denganmu
tapi entah mengapa hidupmu menjadi magnit
menarik dekat mengetahui siapa kau
kau memang bukan yang pertama
tapi entah mengapa magnitmu menarikku hingga sedalam ini
yang tanpa sadar sejak saat itu
setapak demi setapak aku jalani menuju arahmu
entah kapan aku mulai sadar,
ini bukan yang biasa
ini bukan rasa selayaknya ada
tapi tak jua ku dapat membendungnya untuk keluar
entah sejak kapan, kau mulai berlalu menjauh
pergi tanpa alasan
mengukirkan lukisan kenangan yang kau toreh dalam kanvas hidupku
lukisan kenangan di dalam sekotak kue ulang tahun
lukisan kenangan di kota istimewa
lukisan kenangan di bawah rintikkan hujan
dan semua lukisan kenangan kecil yang bagiku berarti
semua tak lagi sama, berbeda
kau pergi dan mungkin takkan kembali kepadaku
pergi menemui kebahagianmu disudut hati yang lain
meninggalkan aku dan lukisan kenangan pilu yang kau toreh